Assalamualaikum!
Hari ini yang akan di bahas adalah tentang kebahagiaan dan juga tentang ujian.
Sc : kartun.muslimah
Kadang memang kita tuh suka ngerasa bahagia banget karena sesuatu. Tapi secara bersamaan, ujian datang tiba-tiba tanpa menunggu kita siap. Contohnya, aku pernah mendapatkan sesuatu yang menurutku sangat berharga dan aku jaga sebisa mungkin. Seketika sesuatu yang di genggam erat oleh diri sendiri harus hilang diambil oleh Allah. Sakit? Hancur? Ya, pasti rasa itu akan muncul. Kecewa dan menanyakan mengapa semua itu terjadi.
Padahal awalnya semua terlihat baik-baik saja, lalu hal itu datang dan aku menganggap bahwa mungkin Allah sedang baik kepadaku nih, dan aku jalani saja semua dengan kebahagiaan. Namun itu masih di awal perjalanan dari sesuatu yang baru kudapatkan. Aku masih ingat sekali betapa bersyukurnya aku mendapatkan sesuatu itu yang belum pernah kudapatkan sebelumnya. Bahkan mungkin hanya aku satu satunya wanita yang beruntung mendapatkan itu.
Hari demi hari berlalu, lambat laun sepertinya aku makin terlena dengan kebahagiaan itu.
Sampai akhirnya, mungkin Allah sedang menamparku. Aku kehilangan sesuatu itu dengan jangka waktu yang masih cukup pendek. Menangis pasti, bertanya kepadaNya pasti. Apa yang salah denganku? Kemudian aku tersadar, bahwa mungkin dengan kebahagiaan yang saat itu kudapatkan, aku mulai melupakan penciptaku sendiri. Mungkin Allah ingin menarikku kembali dekat denganNya.
Akhirnya aku serahkan dan aku ikhlaskan, mencoba melupakan dan kembali dengan keseharianku.
Kemudian...
Sang kebahagiaan itu kembali muncul setelah ku anggap hilang. Apakah maksud dari semua ini? Ku coba menanyakan pendapat ke berbagai teman dekatku. Aku harus bagaimana? Prinsip yang telah ku bangun perihal setelah kehilangan haruskah ku langgar lagi?
Dan apa yang ku ambil? Aku melanggarnya!
Kemudian ku dapatkan kembali kebahagiaanku dengan pertimbangan yang sudah ku pikirkan ,yaitu aku akan kembali kehilangan. Aku berharap bahwa semoga aku bisa menikmati kebahagiaan ini dengan sebaik baiknya sebelum akhirnya aku kembali kehilangan. Tapi aku sempat berpikir, sepertinya ini adalah ujian dari Allah, perihal kemantapan aku untuk mengikhlaskan kebahagiaan saat itu. Allah menguji apakah aku sungguh sungguh telah mengikhlaskan?
Jawabannya tidak.
Allah menguji ku dengan kembali mengambil kebahagiaan itu hingga saat ini. Ya, hampa. Kembali terjatuh.
Tapi, disinilah aku kembali berpikir. Ternyata kebahagiaan itu tidak akan pernah terlepas dari ujian. Hanya menunggu waktu yang tepat kapan kedua nya akan hadir. Apakah kebahagiaan dulu, atau justru ujian dulu lalu mendatangkan kebahagiaan. Semua tergantung kepada Allah yang menentukan.
Hikmah yang dapat aku ambil sendiri adalah belajar percaya penuh kepada Allah, belajar bersyukur dan menganggap ujian dan kebahagiaan ini adalah nikmat dariNya. Tanda bahwa Allah masih peduli dan sayang terhadap kita sebagai hambaNya.
Sekian.
Komentar
Posting Komentar